![]() |
| sumber: twitter @ErixSoekamti |
hangphone-ku salah karena saya ingat betul semalam aku menon-aktifkan dan melepaskan baterai handphone cukup lama.
Kemudian aku pu menyalakan laptop untuk memastikan jam yang sebenarnya dan alhasil sama saja, yaitu menunjukan jam 6 pagi.
Kemudian akupun berpikir ini hanya lah mimpi dan berbaring di tempat tidur.
Beberapa saat kemudian, aku pun kembali bangun dan kembali menge-cek jendela dan tetap saja sekitar kost masih gelap gulita. Aku pun mengetok seluruh pintu kamar kost namun tak ada respon satupun, dan dilanjutkan meng-sms semuanya.
Suara tebasan pedang berbunyi, tanda masuknya sebuah pesan singkat di handphone : "Iya kae.. Anu gerhana apa ya?"
Kemudian, aku membuka facebook, "innalillahi.. ternyata Gunung Kelud meletus semalam, Kamis, 13 februari 2014 pukul 22.49. Saking dahsyatnya, bahkan salah seorang teman mengaku suara letusannya bisa terdengar hingga ke Jogja"
Mengecek ke depan, "oh ya.. ini memang abu vulkanik"
Tak hanya di Jogja, orangorang di rumah pun memberi kabar bahwa sanya di sana (read: Purbalingga) juga mengalami hujan abu vulkanik. Tetapi alhamdulillah baik kami yang di Jogja, maupun keluarga yang di rumah semuanya baik-baik saja.
Mungkin inilah salah satu bentuk peringatan Allah karena semakin lalainya kita dalam menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. "hai manusia, sesungguhnya Aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu". (QS. 22:49)
![]() |
| Jumat pukul 05.57 pagi, Jogja masih gelap gulita sumber: https://www.facebook.com/dewi.shafarina |





















